Senin, 28 Juli 2014

Ketakutan seorang wanita terhadap suaminya kelak

Wanita mana yang tidak memimpikan sebuah pernikahan. Mungkin setiap wanita dewasa sangat mengharapkan hal tersebut bisa terjadi di kehidupanya. Selain karna mendambakan seorang anak dan keturunan mungkin juga karna hal tersebut adalah hal paling penting karna islam juga mewajibkan setiap orang didunia ini hidup berpasang-pasangan. Namun kadang impian indah itu tidak akan sama dengan kenyataan yang ada. Apa saja yang sangat ditakutkan seorang wanita terhadap seorang lelaki pada saat hubungan pernikahan itu berjalan :
1.       Tidak setianya seorang suami terhadap keluarga (istri dan anak) membagi hal yang paling penting dengan orang lain dengan porsi yang tidak sesuai.
2.       Kekerasan : kekerasan fisik ato kekerasan psikis.
3.       Tidak adanya tanggungjawab terhadap keluarga. Tidak ada bentuk kerja keras seorang suami untuk memenuhi kebutuhan utama dalam keluarga tersebut.

Apakah hal tersebut bisa dirubah? Bagaimana sikap kita sebagai wanita ketika berada dalam kondisi seperti ini? Apa saja yang harus kita lakukan untuk kehidupan selanjutnya? Tetap hidup bersama? Ato masihkan kita mampu memaafkan segala perlakuan menyakitkan ini? Tindakan seperti apa untuk menentukan alur selanjutnya? Apakah kesalahan diatas sebuah kesalahan fatal dalam membina suatu hubungan dalam pernikahan? Hal ini yang selalu menganggu otak dan batin saya.

Kamis, 20 Maret 2014

Tertatih untuk impian masa depan.

Dari judulnya aja udah ketahuan banget kalo gue mau cerita tentang mimpi-mimpi besar gue kan. Dari pada gue dikamar bengong gak jelas, atau ngomong ama tembok mending gue nulis ajalah ya. Tau gak sih apa sebenernya mimpi itu? Mimpi menurut  gue adalah harapan, angan-angan atau dengan kata lainya adalah cita-cita. Mau sedikit berbagi tentang hal ini ke kalian gaeeesss... Dari kecil hidup gue lempeng-lempeng aja sih walau ada juga permasalahan yang kadang gue alami dan hadapi. Menurut gue itu wajar, manusia lain juga pasti ngalamin itu. Hidup gue itu mulai jatuh ampek bangun lagi pernah gue alamin. Gue laluin itu semua bareng ama ibu dan bapak gue karna gue anak satu-satunya. Mereka berdua adalah kekuatan buat gue sampek detik ini untuk bertahan dengan hidup yang penuh misteri ini.
Sejak kecil itu gue punya mimpi pengen jadi penyanyi atau top model gitu. Hahahaha, gak apa-apa namanya juga mimpi anak SD, ngayal gratis ini kan. Tapi dengan berjalannya waktu, banyak hal dan pengalaman yang gue pelajari secara riil nampak depan mata. Mimpi-mimpi waktu kecil yang gue banggain bakalan jadi kenyataan itu tadi pelan-pelan pudar, namun sejak gue beranjak SMA ada ketertarikan gue pada ilmu-ilmu yang mempelajari manusia. Yup, tepat banget. Gue suka banget dengan hal itu, paling rajin kalo ada pelajaran sosiologi, sejarah, antropologi dan kadang biologi kalo pas lagi bahas anatomi manusia gue selalu antusias dengerin. Daripada gue harus pelajarin matematika, fisika, kimia dan temen-temenya itu lah. Duh capek gue mikir dengan ilmu pasti itu, bukan karena nyari jawaban yang pasti. Tapi karena kudu ngafalin rumus-rumusnya. Pelajaran ini bagi gue gak menarik, karena ketika nyari jawaban trus ada rumusnya pasti kelar deh. Beda dengan mempelajari manusia, manusia dari masa ke masa itu perkembangan beda-beda. Susah banget di tebak atau kira-kira doank. Iya gak? Itu yang selalu bikin gue penasaran. Diotak gue selalu bertanya, kenapa gini kenapa gitu. Kalo bahasa kerenya sekarang ketika manusia itu ada permasalah pelik sampai akibatnya berdampak bagi manusia yang lain bisa diliat dulu perilaku dan gejala-gejala yang timbul, dianalisa mendalam penyebabnya apa, dampak yang timbulkan apa, lalu baru mencari solusi apa untuk antisipasi hal terburuk di masa yang akan datang.
Ketertarikan gue terhadap ilmu manusia ini sangat mempesona gue ketimbang elu sodorin laki-laki ganteng kaya raya pula dengan masa depan yang cemerlang mungkin gue gak bergeming walau dia ada depan mata gue sekarang kan. Hahahaha. Becanda ding, kalo ada yang mau mah syukur. Oke balik lagi ke pembahasan awal kita tentang cerita mimpi gue yak. Satu masa gue kepikiran terus tentang banyak hal, “Kenapa sih manusia itu misterius ya???”. Dalam batin gue bertanya-tanya  tentang itu. Satu sama lain di ciptakan berbeda. Ambil gampangnya ya, dari bentuk fisik, wajah,sidik jari dan karakter mereka adalah masing-masing individu yang unik dan  punya ciri yang berbeda satu sama lainya. Ya semisal ada dua orang manusia nih dihadapkan dengan permasalahan yang sama, diwaktu yang sama, ditempat yang sama bisa jadi satu sama lain manusia ini akan berbeda menyikapinya. Dengan pola pikir yang berbeda, bahkan dalam penerapan tindakan yang diambil inipun berbeda. Nah yang gue tau, banyak hal yang mempengarungi segala pemikiran dan tindakan manusia. Yang pertama adalah lingkungan sekitar(keluarga) adalah pembentuk karakter utama mereka, pengalaman masa kecil dan pengalaman hidup yang dilalui selama manusia itu hidup juga punya pengaruh terbesar bagi manusia itu sendiri untuk berfikir, bertindak dan berperilaku pada kegiatan interaksi terhadap situasi sekitar. Terus gue bertanya lagi,”Manusia itu di ciptakan dengan hal yang penuh perbedaan namun apakah tujuan mereka hidup itu juga berbeda?”. Pertanyaan ini sering gue tanyain ke orang-orang terdekat gue dalam ngobrol santai. “Elu punya hidup ini sebenernya punya tujuan apaan sih?”. Kebanyakan dari mereka adalah menjawab,”Gue pengen bahagia dunia akhirat jul”. Lalu gue terdiam.
# Tujuan hidup manusia itu apa?
Apa yang ada di otak kalian ketika ada yang menanyakan pada diri kalian sendiri apa yang ingin kalian capai dalam hidup ini? Atau pernahkah kalian ditanya oleh seseorang tentang tujuan hidup didunia ini untuk apa? Sebelum menjawab pertanyaan ini coba renungkan secara mendalam pertanyaan-pertanyaan diatas. Ketika gue ditanya pertanyaan seperti ini, gue masih bingung juga harus ngejawabnya seperti apa. Emang gue butuh beberapa jedah waktu untuk berfikir. Beberapa saat kemudian dalam hati kecil gue, gue ngejawab bahwa gue hidup di dunia ini juga ingin bahagia, wujudin mimpi-mimpi gue dan membahagiakan orang-orang yang ada disekitar gue yang selalu gue sayangi. Lalu apakah bahagia sebatas itu aja? Batin gue berbisik,"Kalo gue bahagia dengan suatu hal, belum tentu orang lain merasakan hal yang sama dengan hal yang gue rasain." Lalu apa makna bahagia itu sendiri menurut para ahli???

# Apakah bahagia menjadi tujuan hidup paling utama manusia menurut para ahli?
Yup, ada yang bilang bahwa porsi bahagia dan proses pencapaianya seseorang itu berbeda-beda. Kebahagiaan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan. Kebahagiaan tidaklah sama dengan kegembiraan atau kesenangan. Kebahagiaan adalah suatu keadaan yang berlangsung (a lasting condition) dan bukanlah suatu perasaan atau emosi yang berlalu.

# Bagaimana proses pencapaian bahagia?
Secara umum boleh jadi seseorang merasa bahagia meskipun dia sedang menderita kesedihan, demikian pula seseorang yang mengalami ketidakbahagiaan yang kronis juga bisa mengenal saat-saat gembira. Juga kebahagiaan bukanlah suatu disposisi atau sikap jiwa yang riang gembira, meskipun tidak disangkal bahwa hal-hal tersebut bisa menolong ke arah kebahagiaan. Sebab sebagian orang dapat memiliki perilaku demikian meskipun dalam menghadapi kekecewaan. Kadang-kadang sesuatu yang dipandang bahagia oleh seseorang, tidak demikian oleh orang lain, sebab kebahagian merupakan suatu kesenangan yang dicapai oleh setiap orang menurut kehendak masing-masing. Ia juga berpendapat bahwa bahagia itu bukan mempunyai arti dari satu kejadian, melainkan berlainan coraknya menurut tujuan masing-masing manusia. Semisal seorang pemulung akan merasa bahagia ketika ada seseorang yang memberikan bantuan berupa materi (wujud riil / konkrit). Atau seorang dokter yang akan merasa bahagia ketika pasienya terselamatkan dari maut karena penyakit yang diderita si pasien. Selain karena bantuan manusia(dokter), namun juga dengan bantuan doa manusia terhadap sang penciptaNya (wujud abstrak).

Ya, bisa gue  simpulkan bahwa intinya manusia itu diciptakan berbeda namun tujuanya adalah sama mencari bahagia. Namun kebahagiaan masing-masing manusia itu selalu berbeda. Dan proses yang dialaminya pun berbeda. Kalo ada yang bilang didunia ini mencari kebahagiaan karena tingkatan kekayaan, gelar, jabatan, kedudukan  atau popularitas itu bukanlah bahagia. Itu hanya sebatas kepuasan wujud semata. Bahagia itu adalah bagaimana hati dan jiwa merasa nyaman dan berdamai dengan keadaan yang ada secara nyata. Namun banyak jiwa manusia yang terjebak karena hal ini. Banyak manusia yang berambisi dan mengharapkan hal yang menurut mereka akan membahagiakan dengan cara yang salah. Manusia tidak hidup dalam dunia yang sepenuhnya ciptaan manusia itu sendiri, tetapi manusia juga bukan sekedar roda penggerak dalam dunia mekanik. Orang harus berusaha untuk memahami dunianya, mengalahkan kecemasan dan ketakutan (perasaan dalam jiwa) untuk dapat mengaktualisasikan diri dalam situasi yang menantang untuk bertahan hidup.

Gue bisa nyimpulin hal yang ada diatas, tapi bentar deh gue masih banyak pertanyaan yang ada dibenak gue.”Kalo semua orang pada dasarnya ingin bahagia di dunia ini, kenapa masih ada orang yang merasa tidak bahagia dengan hidupnya di dunia ini?”.

# Penyebab ketidakbahagiaan dalam diri (jiwa)
Secara umum, sifat asli bahagia secara harfiah hanya bisa dirasakan oleh kualitas manusia didalam jiwa (batin) akan rasa syukur, damai dan ikhlas. Sayangnya, dalam perkembangannya, sang kostum pembungkus jiwa ini (badan / raga) telah berhasil membuatnya lupa. Namun demikian dengan perkembangan jaman semakin banyak masalah timbul dikarenakan adanya tekanan/beban masalah yang tak kunjung menemukan solusi penyelesaianya. Inti ketidakbahagiaan yang mendasar adalah harapan/angan-angan yang diinginkan tidak selalu berjalan sama dengan kenyataan yang ada. Maka timbulah kekecewaan yang berlarut dan berlebih  sehingga sampai pada akhirnya manusia tidak dapat mengendalikan perasaan, pemikiran dan perilakunya yang salah. Gejala-gejala yang menimpah manusia ini bisa menyebabkan gangguan kejiwaan akut yang dampaknya tidak saja merugikannya tapi juga bagi orang-orang disekitanya.

Itulah sebabnya kenapa gue tertarik banget pelajarin manusia secara mendalam. Kadang ada hal-hal yang diluar nalar gue ketika gue amatin manusia sendiri itu seperti apa. Jadi dari penjabaran seperti yang ada di paragraf atas, itulah alasan gue kenapa gue pengen banget bikin manusia lain bisa ngerasain kebahagiaan. Gue gak bisa kasih materi, ato reward dalam bentuk lain. Yang gue bisa adalah gimana caranya membantu membebaskan mereka dari permasalahan/beban yang ada didalam jiwa mereka. Ya dengan cara mendengar keluhan mereka, analisa permasalahnya gimana, dan dengan kekuatan yang diberi Allah ke gue, gue bakalan cari solusinya. Walaupun gue tau itu gak gampang.

Dengan masalah kejiwaan yang melanda mereka, mereka jalanin hidup ini gak akan nemu arti sebenarnya apa itu bahagia. Miris ketika gue sejak kecil ngeliat orang gila tanpa pake pakaian keliling di jalan-jalan. Nyari makan mengais-ngais sampah. Gue berpikir, mereka ini manusia juga loh kayak kita. Mereka juga terlahir dari rahim seorang ibu. Tapi kenapa ketika kondisi mereka sangat memprihatinkan kayak gitu malah keluarganya seolah ngebuang dan gak peduli. Mereka ini butuh banget kepedulian, perhatian dan kasih sayang dari orang-orang ada disekitarnya. Bukan malah kita jauhi ato justru biarin gitu aja. Harusnya kita sebagai manusia adalah bersikap memanusiakan manusia, walalupun mereka dalam keadaan yang tidak waras secara mental dan kejiwaan. Gue cukup miris liatnya dengan makin banyak penderita skizofrenia, bipolar disorder, psikopat, obsesif compulsif disorder, antisocial personality disorder, multiple identity disorder, dan masih banyak yang lainya.

 Saat ini gue masih mengejar impian gue yang satu ini. Dan kenapa juga gue kudu nulis artikel ini, karena gue pengen banget bisa merasakan apa yang mereka rasakan juga. Mungkin naif banget gue ngejawab itu semua. Tapi whatever deh orang mau nilai gue nih apaan. Gue pengen kalo stigma orang yang kena gangguan kejiwaan itu harus dikucilkan ato dijauhin. Itu semua anggapan yang salah besar.Karena dengan kesabaran dan keyakin kita sebagai orang tedekatnya bisa disembuhkan. Gue gak pengen ada lagi yang menderita karena tekanan kejiwaan. Cukup gue yang rasain betapa sedihnya ketika orang yang kita sayang mengalami gangguan kejiwaan. Gue kehilangan jiwa orang yang gue sayang, walaupun secara fisik dia terlihat sangat sempurna dan sangat sehat. Tapi gak dengan jiwanya. Gue pengen dia sembuh “Jiwanya” dan kembali menjadi manusia yang punya mimpi dengan segala angan-angan untuk diwujutin bersama. Ini adalah salah satu motivasi pendukung gue juga untuk memahami jiwa dia secara utuh. Berharap suatu ketika gue baca lagi tulisan gue ini adalah sumber kekuatan gue untuk tetep konsisten dan bertahan dengan hal ini. Gue cuma berharap dalam pencapaian ini ada kekuatan maha dashyat yang hadir selalu ada di dalem hati dan jiwa gue. Yaitu cuman kekuatan Allah SWT yang gue selalu yakinin sampai hayat gue ini berakhir.

# Menjadi Dosen
Jujur gue pengen banget punya gelar “Prof. Dr. .............................. M.Si., Psi”, kelak. Amin Ya Robbal Alamin. Sementara saat ini gue masih berjalan tertatih untuk meraih impian gue ini dengan umur gue yang gak abg lagi ini. Ya, 23 tahun tepatnya. Gue gak masalah saat ini masih menjadi salah satu staff di perusahaan developer di kota gue, toh nantinya hasil dari ini pun masih gue tabung untuk studi gue di bidang ini (psikologi). Nah, bukanya gue ambisius atau apalah itu namanya. Setidaknya kedepan gue masih punya mimpi yang harus gue raih dan kejar. Bukan semata-mata karna gue ngejar gelarnya doank yang pengen gue raih. Gue juga butuh ilmu yang harus gue terapin ke sesama. Tapi ini juga adalah bentuk pertanggungjawabkan gue ke Allah subhanallah wata’alah tentang konsekuensi hidup yang gue pilih karna panggilan hati gue sendiri. Tapi gue harus inget, gue cuman manusia biasa yang hanya bisa berusaha semaksimal mungkin. Tapi tetap Allah lah yang menentukan skenario perjalanan manusia akan seperti apa.

# Menikah, dan bekerluarga
Kalo ditanya menikah, gue selalu harus nafas panjang. Karena pertanyaan ini bikin gue nyesek banget. Hehehehe. Karena sampek detik ini masih belom ada tuh lelaki yang niat mau ngelamar gue. Kemaren-kemaren sih ada, tapi mungkin belom jalanya aja. Tuh kan gue jadi sedih bilangnya. Gak apa-apa, gak ada harus disesali atau di salahin atas semua yang sudah terjadi. Beranggapan bahwa pengalaman adalah guru terbaik dalam perjalanan hidup gue. Jadi kalo kata temen gue, gue ini orangnya pemilih. Nah loh, bingung gue kenapa gue dibilang kayak gitu. Nah kalo asal comot aja dikiranya kita ini murahan kali ya. Hehehe. Mending memilih yang tepat lah ya daripada asal comot tar malah nyesel di belakang trus menyandang “cerai hidup”. Aduh amit-amit lah ya, mending pacaranya bolak-balik tapi tetep nikah mah kudu sekali aja seumur hidup. Amin. Sebenernya gue pengen banget nikah mudah, ya umur-umur dibawah 25 tahun lah. Bagi gue tahun ini adalah tahun kronis gue, karena gue bakalan umur 24 tahun. Gak berasa ya kirain sih masih kamaren sore umur 17 tahun.  *dih ngarep*hehehe. 
Gue juga butuh pasangan yang emang bisa ngedukung gue. Entah itu tentang pola pikir masa depan, mewujdkan mimpi berdua, diskusi tentang semua hal, berbagi cerita, atau mencari solusi bareng ketika kita nantinya ada masalah dan yang paling penting adalah mencari imam yang tepat untuk kehidupan gue kelak yang lebih baik dimata Allah SWT. Menikah bukan hal yang gampang, menurut gue sih. Karena menikah sendiri juga kudu bisa menceraikan ego masing-masing dan memahami satu individu satu sama lain. Komunikasi itu inti terpentingnya, sanggup menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing yang kita miliki saat ini. Komplit ketika seseorang itu tidak mempermasalahkan masa lalu satu sama lain.Moga aja tahun ini Allah kasih jodoh yang tepat ya. Amin. “Siapa jul?”. Tau dah siapa, gue juga bukan dukun kali yang bisa nentuin jodoh gue nanti siapa.

# Jadi orang tua yang baik buat anak-anak gue kelak
Ketika gue nanti jadi orang tua, gue pengen jadi ibu yang total buat anak dan suami gue. Ya jadi ibu yang pinter masak dan jadi ibu yang pinter pengetahuanya oke buat anak-anak gue kelak. Gue pengen banget punya anak 2 orang aja. Amin. Gue pengen banget jadi orang tua yang bisa care ke anak-anak gue kelak, jadi ketika mereka ada masalah mereka bisa sharing ke gue dengan nyaman tanpa sharing ke orang luar. Gue akan ngerasa bangga ketika gue bisa mengatarkan mereka menjadi seseorang yang bisa meraih mimpinya kelak. Amin. Gue akan mengajarkan mereka bagaimana hidup ini tidak selalu sama dengan apa yang kita inginkan, mereka harus berusaha dan kerja keras untuk meraih apa yang mereka pengenin. Maka saat dewasa kelak insyaallah mereka akan menghargai banyak hal yang ada dalam hidup ini, termasuk menghargai sesama manusia. Mereka harus kuat menghadapi tempaan-tempaan yang ada diluar sana. Karena tempaan adalah proses bertahan yang akan membentuk karakter mereka di masa depan. Dalam kehidupan bersosial mereka juga akan di pertemukan oleh bermacam-macam karakter manusia. Disaat itulah mereka akan belajar untuk berinteraksi dengan manusia lainya. Tapi yang harus diingat adalah bahwa tidak semua orang yang kita percayai, kita sayangi sepenuh hati akan berbuat baik terhadap kita. Mereka harus kuat secara mental dan jiwa ketika orang yang mereka disayangi tiba-tiba menjauh, berkhianat, dibohongi, dicurangi, ditinggalkan atau dicampakkan. Mereka harus sadar memang itulah kehidupan yang siapapun tidak akan tahu akhir ceritnya akan seperti apa. Saat dimana mereka melakukan kesalahan, mereka harus bertanggungjawab akan kesalahan yang mereka buat itu. Ikhlas terhadap ketidaksesuaian dari apa yang kita harapkan untuk menjadi kenyataan. Yang paling penting  dan harus mereka miliki adalah bagaimana keimanan mereka tetap berjalan sesuai dengan ajaran Allah SWT. Mereka yaitu anak-anak gue kelak harus bersyukur akan hidup ini atas anugrah dan nikmat oleh pencipta alam semesta ini yaitu Allah SWT, karena banyak yang kurang beruntung dibanding kita disini. Gue ingin menjadikan mereka sosok yang selalu welas asih, karena dengan berbagi itu tidak akan mengurangi jatah rejeki yang diberikan Allah untuk umatNya.

# Mendirikan panti rehabilitasi sebagai NGO (non goverment organization)
Kalo Allah SWT nanti beri gue umur panjang dan kesempatan, gue pengen banget  suatu saat nanti bikin panti rehabilitasi untuk mereka yang mengalami gangguan kejiwaan. Yang di dalemnya  ada temen-temen satu profesi yang peduli dan ngerasain hal yang sama dengan apa yang gue rasain seperti gue jabarin diatas. Kita bisa diskusi bareng, sharing bareng dan nyari solusi bareng. Untuk mereka yang memang memerlukan bantuan konseling dari para ahli kejiwaan (psikiatri dan psikolog)
Yang perlu diingat, bahwa mimpi tanpa ada usaha dan kerja keras adalah omong kosong besar. Tulisan ini gue buat untuk memotivasi gue sendiri saat ini dan masa depan untuk menjadi seorang profesional yang tidak hanya bertumpu pada pengakuan orang lain atau sekedar kertas  sertifikat yang menyatakan orang itu mampu dalam penerapan teori dan untuk menjadi seorang praktisi.
Inspirasi tulisan gue adalah :
-          Allah SWT
-          Nabi Muhammad
-          Orang Tua ( Bapak dan Ibu )
-          dr. Pandu ( ? )
-          Prof. Dr. Yusti Probowati, Psi ( Guru Besar Fakultas Psikologi Ubaya ) Beliau adalah idola saya karena karyanya yang luar biasa tentang,”Psikologi Forensik”